Contoh Penggunaan Majas Litotes Dalam Bahasa Indonesia
Edukasi

Contoh Penggunaan Majas Litotes dalam Bahasa Indonesia

Majas litotes adalah sebuah majas yang menggunakan pengurangan bahasa dalam mengungkapkan suatu pernyataan dengan cara menyatakan suatu hal dengan cara tidak langsung menyangkal yang sebetulnya.

Berikut adalah beberapa contoh majas litotes:

  1. “Kami bukan tidak senang dengan kembalinya kamu ke rumah ini.” (Sebenarnya, kami senang dengan kehadiran kamu di rumah ini, namun menyatakan secara tidak langsung dengan mereduksi pernyataannya.)
  2. “Dia bukan buruk dalam bermain sepak bola.” (Sebenarnya, dia bagus dalam bermain sepak bola, namun menyatakan secara tidak langsung dengan mereduksi pernyataannya.)
  3. “Saat ini, cuaca tak terlalu buruk.” (Sebenarnya, cuaca sedang cerah, namun menyatakan secara tidak langsung dengan mereduksi pernyataannya.)

Contoh-contoh majas litotes di atas menunjukkan cara pengurangan bahasa yang digunakan untuk menyiratkan makna yang sebenarnya. Tujuannya adalah untuk menyoroti makna yang sebenarnya dengan cara yang lebih halus dan tidak langsung.

Referensi lainnya untuk contoh majas litotes

Untuk mendapatkan referensi terkait contoh majas litotes, beberapa sumber yang dapat Anda kunjungi antara lain:

1. Buku “Figurative Language and Thought” karya Judith L. Alberthsen.
2. Situs ilmiah seperti jurnalfaktapers.id, academia.edu, dan researchgate.net
3. Tokoh referensi seperti Aristoteles, Quintilianus, dan George Puttenham.

Setiap sumber di atas dapat memberikan contoh-contoh konkret terkait penggunaan majas litotes dalam karya sastra, pidato, atau naskah ilmiah. Dengan referensi yang mencukupi, Anda dapat membuat interpretasi dan analisis yang lebih kaya terhadap karya yang menggunakan majas litotes.

Itulah pembahasan tim APEC2013 tentang topik contoh majas litotes. Selamat belajar dan semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pembaca.

Beri Tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *